Kontributor Utama : Dr. Ita Conita, SpM, FICS
Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan memperkirakan jarak dan kedalaman sangat penting, misalnya saat mengambil benda, menuruni tangga, mengemudi, atau berolahraga. Kemampuan ini disebut stereopsis, yaitu persepsi kedalaman yang dihasilkan dari kerja sama kedua mata.
Setiap mata melihat objek dari sudut yang sedikit berbeda. Perbedaan kecil ini disebut binocular disparity. Otak kemudian menggabungkan kedua gambar tersebut menjadi satu persepsi tiga dimensi (3D), sehingga seseorang dapat menilai posisi dan jarak objek secara akurat.
Stereoacuity adalah ukuran kuantitatif dari kemampuan seseorang mendeteksi perbedaan kedalaman yang sangat kecil. Semakin baik stereoacuity, semakin sensitif seseorang dalam membedakan perubahan posisi objek di ruang tiga dimensi.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), stereoacuity merupakan indikator penting dari fungsi penglihatan binokular yang normal.
Stereoacuity test adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur kualitas stereopsis dan fungsi penglihatan binokular.
Berbeda dengan pemeriksaan ketajaman penglihatan (visual acuity) yang menilai kemampuan melihat detail objek, stereoacuity test menilai kemampuan kedua mata dan otak bekerja bersama untuk menghasilkan persepsi kedalaman.
Pemeriksaan ini sering digunakan dalam evaluasi:
Stereoacuity diukur berdasarkan kemampuan seseorang mendeteksi perbedaan posisi objek yang sangat kecil antara kedua mata.
Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam satuan detik busur (seconds of arc).
Satu detik busur merupakan satuan sudut yang sangat kecil. Semakin kecil nilai yang dapat dideteksi seseorang, semakin baik kemampuan stereopsisnya.
Pemeriksaan biasanya dilakukan pada jarak baca tertentu menggunakan kartu atau gambar stereoskopik khusus.
Pasien diminta mengenakan kacamata polarisasi atau kacamata merah-hijau, tergantung jenis tes yang digunakan.
Selanjutnya pasien diminta:
Pemeriksaan berlangsung singkat, tidak invasif, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Merupakan salah satu tes yang paling banyak digunakan.
Tes ini menggunakan gambar lalat (Fly Test), lingkaran (Circles), dan hewan untuk menilai stereopsis pada berbagai tingkat kemampuan.
Rentang pengukuran umumnya:
Tes ini menggunakan pola titik acak (random dot stereogram) sehingga mengurangi kemungkinan pasien menebak jawaban berdasarkan petunjuk visual lain.
Rentang pengukuran:
Tes ini dianggap lebih sensitif dalam menilai stereopsis sejati.
Menggunakan kacamata merah-hijau dan pola random dot.
Rentang pengukuran:
Tes ini banyak digunakan dalam penelitian dan evaluasi klinis karena mampu mengukur stereopsis secara lebih murni.
Tidak memerlukan kacamata khusus sehingga sering digunakan pada bayi dan anak kecil. Tes ini berguna sebagai alat skrining awal fungsi stereopsis.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penurunan hasil pemeriksaan antara lain:
Strabismus merupakan penyebab tersering gangguan stereopsis. Ketidaksejajaran kedua mata membuat otak sulit menggabungkan gambar dari kedua mata.
Pada ambliopia, salah satu mata tidak berkembang optimal sehingga kualitas informasi visual yang diterima otak menjadi tidak seimbang.
Miopia, hipermetropia, atau astigmatisme yang tidak dikoreksi dapat mengurangi kualitas stereopsis.
Gangguan yang menyebabkan penurunan kualitas penglihatan pada salah satu mata dapat memengaruhi kemampuan stereopsis.
Beberapa kelainan saraf dan perkembangan visual juga dapat menyebabkan penurunan stereoacuity.
Stereoacuity test adalah pemeriksaan yang mengukur kemampuan kedua mata bekerja sama untuk menghasilkan persepsi kedalaman atau penglihatan tiga dimensi. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam detik busur (seconds of arc), di mana nilai yang lebih kecil menunjukkan stereopsis yang lebih baik. Pada individu dengan fungsi binokular normal, hasil umumnya berada pada kisaran 20–60 seconds of arc. Pemeriksaan ini sangat penting dalam diagnosis dan pemantauan strabismus, ambliopia, serta berbagai gangguan penglihatan binokular lainnya, terutama pada anak-anak yang sedang berada dalam masa perkembangan sistem visual.
Tag: Stereoacuity Test Tiga Dimensi Persepsi Kedalaman