Persistent Fetal Vasculature

Definisi

Persistent Fetal Vasculature (PFV), yang dahulu dikenal sebagai persistent hyperplastic primary vitreous (PHPV), adalah kelainan bawaan mata yang terjadi ketika jaringan dan pembuluh darah yang seharusnya menghilang sebelum bayi lahir tetap bertahan di dalam mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), PFV merupakan salah satu penyebab penting gangguan penglihatan pada bayi dan anak. Kondisi ini biasanya hanya mengenai satu mata, meskipun pada kasus yang jarang dapat terjadi pada kedua mata.

Penyebab

Saat janin berkembang di dalam kandungan, terdapat sistem pembuluh darah sementara yang berfungsi menyalurkan nutrisi ke lensa dan struktur mata yang sedang berkembang. Salah satu pembuluh darah utama pada masa janin adalah arteri hialoid.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, pembuluh darah dan jaringan sementara tersebut akan menghilang secara alami sebelum bayi lahir. Pada PFV, proses penghilangan ini tidak berlangsung sempurna sehingga sebagian jaringan dan pembuluh darah tetap berada di dalam mata.

Jaringan yang menetap ini dapat mengganggu perkembangan normal struktur mata dan memengaruhi penglihatan.

Gejala

Gejala PFV dapat bervariasi tergantung tingkat keparahan kelainan.

Beberapa tanda yang dapat ditemukan antara lain:

  • Pupil tampak putih (leukokoria).
  • Mata juling (strabismus).
  • Ukuran bola mata lebih kecil dari normal (mikroftalmia).
  • Penurunan penglihatan.
  • Gerakan mata tidak terkendali (nistagmus) pada kasus tertentu.

Pada banyak kasus, orang tua pertama kali menyadari adanya pantulan putih pada mata anak saat melihat foto yang menggunakan lampu kilat.

Diagnosis

Diagnosis PFV ditegakkan melalui pemeriksaan mata menyeluruh oleh dokter spesialis mata.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Evaluasi refleks merah mata.
  • Pemeriksaan segmen anterior dan posterior mata.
  • Ultrasonografi (USG) mata.
  • Pemeriksaan pencitraan tambahan bila diperlukan.

Pemeriksaan ini penting untuk membedakan PFV dari penyebab leukokoria lainnya, seperti katarak kongenital atau penyakit retina tertentu.

Penanganan

Penanganan PFV bergantung pada tingkat keparahan dan struktur mata yang terlibat.

Pada kasus ringan yang tidak mengganggu penglihatan secara bermakna, dokter dapat melakukan pemantauan berkala.

Pada kasus yang lebih berat, tindakan operasi dapat diperlukan untuk:

  • Mengangkat jaringan abnormal.
  • Mengatasi katarak yang menyertai.
  • Mengurangi tarikan pada retina.
  • Memperbaiki jalur masuk cahaya ke mata.

 

Tujuan utama terapi adalah mempertahankan struktur mata, memaksimalkan potensi penglihatan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Komplikasi

PFV dapat mengganggu masuknya cahaya ke dalam mata dan menghambat perkembangan penglihatan yang normal.

Selain menyebabkan ambliopia (mata malas), PFV juga dapat menimbulkan komplikasi seperti:

  • Katarak.
  • Perdarahan dalam mata.
  • Glaukoma.
  • Kelainan retina.
  • Ablasio retina (retina lepas).

Semakin berat kelainannya, semakin besar risiko gangguan penglihatan permanen.


Tag: Persistent Fetal Vasculature