Kontributor Utama : Dr. Ita Conita, SpM, FICS
Heavy Eye Syndrome adalah kelainan posisi mata yang terjadi pada penderita miopia tinggi patologis, biasanya dengan bola mata yang sangat memanjang akibat pertumbuhan panjang aksial yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan perubahan posisi otot-otot penggerak mata sehingga mata secara perlahan bergeser ke arah dalam (esotropia) dan bawah (hipotropia).
Meskipun disebut "heavy eye" atau "mata berat", kondisi ini bukan disebabkan oleh bertambahnya berat bola mata, melainkan akibat perubahan bentuk dan ukuran bola mata yang mengganggu keseimbangan kerja otot mata.
Pada miopia tinggi, bola mata memanjang secara progresif. Pemanjangan ini dapat menyebabkan bagian belakang bola mata menonjol dan mengubah posisi otot penggerak mata, terutama otot rektus superior dan rektus lateral.
Akibat perubahan tersebut:
Kondisi ini umumnya berkembang perlahan pada usia dewasa dan lebih sering ditemukan pada pasien dengan miopia sangat tinggi.
Pasien dengan Heavy Eye Syndrome dapat mengalami:
Pada stadium lanjut, kelainan posisi mata dapat menjadi menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Heavy Eye Syndrome lebih sering ditemukan pada individu dengan:
Meskipun demikian, tidak semua penderita miopia tinggi akan mengalami kondisi ini.
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan mata menyeluruh yang meliputi:
Pada pencitraan, dokter dapat menemukan pergeseran posisi otot rektus superior dan rektus lateral yang menjadi karakteristik Heavy Eye Syndrome.
Heavy Eye Syndrome sering menyerupai kelumpuhan saraf kranial VI karena sama-sama menyebabkan keterbatasan gerakan mata ke arah luar. Namun, pada Heavy Eye Syndrome penyebab utamanya adalah perubahan anatomi bola mata akibat miopia tinggi, bukan gangguan saraf. Pembedaan kedua kondisi ini sangat penting karena penatalaksanaannya berbeda.
Pada kasus ringan, penggunaan kacamata atau prisma dapat membantu mengurangi gejala penglihatan ganda. Namun, pada sebagian besar kasus dengan deviasi yang bermakna, diperlukan tindakan operasi strabismus.
Salah satu prosedur yang banyak digunakan adalah loop myopexy, yaitu tindakan yang menghubungkan otot rektus superior dan rektus lateral untuk mengembalikan keseimbangan posisi bola mata. Operasi ini bertujuan memperbaiki posisi mata, meningkatkan gerakan bola mata, dan mengurangi gejala diplopia.
Tag: Heavy Eye Syndrome Miopia Tinggi Mata Juling