Kontributor Utama : Dr. Dyah Tjintya Sarika, SpM
Blow out fracture adalah fraktur yang terjadi pada dasar orbita dengan atau tanpa keterlibatan tulang rima orbita. Sebagian besar blow out fracture terjadi akibat trauma tumpul pada wajah
Penyebab dari blow out fracture adalah adanya trauma langsung dari benda yang lebih besar dari rongga orbita ke tulang orbita sehingga menyebabkan kompresi. Kompresi yang terjadi dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga orbita yang memicu terjadinya fraktur pada titik terlemah tulang orbita yaitu tulang dasar dan medial orbita. Selain itu dapat juga disebabkan adanya tekanan yang terjadi pada tulang rima orbita bagian bawah yang menjalar ke dasar orbita dan menyebabkan fraktur.
Gejala :
Tanda :
Diagnosis blow out fracture :
Tatalaksana blow out fracture dilakukan berdasarkan fungsi penglihatan dan kosmetik. Tatalaksana terbagi 2, yaitu :
Indikasi pembedahan pada blow out fracture , antara lain :
1. Chrobok V, Pellant A, Novák J, Brožík J. Reconstruction of an orbital floor fracture in a 4-year old child. ACTA MEDICA. 2008;51(4):229-31.
2. Stefko ST. Fractures of the orbit. In: Myers EN, Carrau RL, editors. Operative otolaryngology: head and neck surgery. 2nd ed. USA: Saunders Elsevier; 2008. p. 935-45.
3. Lane KA, Bilyk JR, Taub D, Pribitkin EA. “Sutureless” repair of orbital floor and rim fractures. Ophthalmology. 2009;116(1):135-8.e2.
4. Rodriguez ED, Dorafshar AH, Manson PN. Facial fractures. In: Neligan PC, editor. Plastic Surgery: 6-Volume Set. 3rd ed. USA: Saunders Elsevier; 2013. p. 49-88.
5. Miyasaka M, Tanaka R, Hanai U, Yamazaki A, Iida M, Akamatsu T. A case of chronic infection 8 years after silicone orbital implant. Tokai J Exp Clin Med. 2008;33(1):35-8.
Tag: orbita rima orbita dasar orbita diplopia