Blow out fracture

Definisi

Blow out fracture adalah fraktur yang terjadi pada dasar orbita dengan atau tanpa keterlibatan tulang rima orbita. Sebagian besar blow out fracture terjadi akibat trauma tumpul pada wajah 

Etiologi

Penyebab dari blow out fracture adalah adanya trauma langsung dari benda yang lebih besar dari rongga orbita ke tulang orbita sehingga menyebabkan kompresi. Kompresi yang terjadi dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga orbita yang memicu terjadinya fraktur pada titik terlemah tulang orbita yaitu tulang dasar dan medial orbita. Selain itu dapat juga disebabkan adanya tekanan yang terjadi pada tulang rima orbita bagian bawah yang menjalar ke dasar orbita dan menyebabkan fraktur. 

Tanda dan Gejala

Gejala : 

  1. Nyeri pada mata 
  2. Nyeri kepala
  3. Adanya pandangan ganda (diplopia) pada posisi primer ataupun melihat bawah 
  4. Adanya rasa baal pada wajah 

Tanda : 

  1. Adanya hematom pada area sekitar kelopak mata 
  2. Adanya perdarahan sub konjungtiva 
  3. Adanya pembengkakan pada area kelopak mata
  4. Adanya hambatan gerak bola mata 
  5. Mata tampak masuk ke arah dalam (enoftalmus)  

Diagnosis

Diagnosis blow out fracture : 

  1. Anamnesis : adakah riwayat trauma tumpul pada mata atau wajah , adanya tanda dan gejala blow out fracture 
  2. Pemeriksaan mata : Tajam penglihatan , tekanan bola mata , posisi bola mata, gerakan bola mata, diplopia chart, pemeriksaan anterior dan posterior dari bola mata
  3. Pemeriksaan penunjang : Foto rontgen orbita dan CT scan orbita 

Tatalaksana

Tatalaksana blow out fracture dilakukan berdasarkan fungsi penglihatan dan kosmetik. Tatalaksana terbagi 2, yaitu :

  1. Konservatif
  2. Pembedahan/operasi 

Indikasi pembedahan pada blow out fracture , antara lain : 

  1. Adanya hambatan gerak disertai diplopia pada posisi primer 
  2. Luas fraktur cukup besar > 50% 
  3. Enoftalmus > 2mm  

Daftar Pustaka

1. Chrobok V, Pellant A, Novák J, Brožík J. Reconstruction of an orbital floor fracture in a 4-year old child. ACTA MEDICA. 2008;51(4):229-31.

2. Stefko ST. Fractures of the orbit. In: Myers EN, Carrau RL, editors. Operative otolaryngology: head and neck surgery. 2nd ed. USA: Saunders Elsevier; 2008. p. 935-45.

3. Lane KA, Bilyk JR, Taub D, Pribitkin EA. “Sutureless” repair of orbital floor and rim fractures. Ophthalmology. 2009;116(1):135-8.e2.

4. Rodriguez ED, Dorafshar AH, Manson PN. Facial fractures. In: Neligan PC, editor. Plastic Surgery: 6-Volume Set. 3rd ed. USA: Saunders Elsevier; 2013. p. 49-88.

5. Miyasaka M, Tanaka R, Hanai U, Yamazaki A, Iida M, Akamatsu T. A case of chronic infection 8 years after silicone orbital implant. Tokai J Exp Clin Med. 2008;33(1):35-8.


Tag: orbita rima orbita dasar orbita diplopia